Tambang Batu Bara OmbilinTambang Batu Bara Ombilin
Berkaitan dengan kereta api dan pelabuhan Teluk Bayur Oleh Alamsyah Halim Batu bara salah satu sumber energi, akhir-akhir ini telah mengambil tempat yang lebih baik lagi. Hal itu jelas karena
Berkaitan dengan kereta api dan pelabuhan Teluk Bayur Oleh Alamsyah Halim Batu bara salah satu sumber energi, akhir-akhir ini telah mengambil tempat yang lebih baik lagi. Hal itu jelas karena
Drs. Amri Marzali MA1) melalui makalahnya untuk Seminar Adat Silungkang di Jakarta membagi dengan tajam antara hubungan kekerabatan dengan hubungan keturunan (sedarah). Dikatakannya : “Bapak kita, suami adik kita, isteri kemenakan/mamak kita
Adat Minangkabau terbagi dalam 4 kategori. Menurut AA Navis1) urutan kategorinya ialah : Adat yang sebenar adat; Adat istiadat; Adat yang diadatkan dan Adat yang teradat. Berbeda dengan AA Navis,
Setiap orang Minangkabau tentu mempunyai Suku. Suku seseorang bisa termasuk dalam (induk) Suku Koto-Piliang, bisa pula dalam Suku Bodi-Caniago. Jumlah serta nama Suku di setiap negari di Minangkabau tidaklah sama,
Beberapa masalah jang bersangkoet dengan masjarakat negeri kita Siloengkang jang sangat benar besar gelombangnja sekarang dalam dada rata-ratanja anak negeri Siloengkang jang tinggal di kampoeng, lebih-lebih jang tinggal di rantau.
Dari pergaulan dapat diketahui bahwa orang awak ada yang mempunyai penglihatan tajam serta jauh pandangannya ke depan dan mampu pula menelusuri jauh ke belakang. Karena itu tidaklah luar biasa bila
Tenun Songket merupakan seni budaya spesifik dibelahan benua Asia yang berasal dari daratan negeri Cina, keberadaannya lebih kurang sejak 1000 tahun yang lalu. Dalam kisah perjalanan yang cukup panjang. Tenun
Dimano Garubang Hilang,Di Aia Tojun-manojunDimano Bujang Hilang,Di baliak Asok Bukik Takobun. Ka ili ka mudiak mancari DompetDompet dapek kobek pinggang ilangDek talendo daun lado mudoLa ili kamudiak mancari ubekUbek dapek
(SUATU KISAH YANG BELUM PERNAH TERUNGKAP) PengantarDengan naskah sederhana ini saya ingin bercerita kepada kawan-kawan sekampung-sehalaman, sesekolah-sepermainan, bahwa selama ini mungkin tidak banyak diantara kita yang memikirkan mengapa sekarang kita
Oleh H. Abu Nawar (Dalimo Jao) Perantau Silungkang pertama kali menginjak bumi Surabaya tahun 1930 dipelopori oleh Bapak P. Basir (Tanah Sirah) membuka toko tekstil di Tunjungan. Disusul perantau Silungkang