Lomak Diawak, Katuju Di UgrangLomak Diawak, Katuju Di Ugrang
Lomak adalah enak. Diawak adalah pada kita. Katuju adalah enak pula. Diugrang adalah bagi orang lain. Jadi lomak diawak katuju di ugrang adalah sama-sama senang – tak ada kalah atau
Lomak adalah enak. Diawak adalah pada kita. Katuju adalah enak pula. Diugrang adalah bagi orang lain. Jadi lomak diawak katuju di ugrang adalah sama-sama senang – tak ada kalah atau
Menurut keterangan Bulletin Silungkang, Edisi 001/SM/JUNI 1998 pada kolom Kampung dalam Berita yang memberi kabar bahwa : Djasril Abdullah dipastikan tidak ikut lagi dalam pemilihan Kepala Desa Silungkang Oso disebabkan
Oentoek menjediakan segala keperloean Conferentie, terseboet telah ditanam satoe badan, seperti pepatah kita djoega, silang bapangka karadjo badjoedjoeng, karena itoe kami soedah tanam satoe badan jang mengoeroes itoe persediaan jang dinamakan
Anak ugrhang nan baduo tu yo sonsin bona. Saili samudiak, konco palangkin, namun baitu sakali sakali ado juo basitongka – konco ogrhek lawan kogrhe. Nan sogrhang gopuak pendek bagolai Gombelakun.
Lebih kurang 6 bulan sekolah yang dibangun berjalan, diadakanlah pemeriksaan oleh badan pemeriksaan yang dipimpin oleh Guru Arifin. Dari hasil pemeriksaan, Guru Arifin sangat gembira dengan hasil yang telah dicapai.
7 Desember 1941 Admiral Nagumo menyerang Pearl Harbour. 8 Desember 1941, Belanda ikut memaklumkan perang kepada Jepang. Situasi di Indonesia mulai panas dan gawat. Perantau-perantau Silungkang yang bertebaran di seluruh
Keadaan sekolah SDI dari tahun 1946 sampai tahun 1951 keadaannya semakin parah, karena : UNTUNGNYA : sekolah tetap berjalan dan peraturan sekolah tetap dipatuhi walaupun telah ada yang memakai baju
Mulai tahun 1952 keadaan SMP SDI telah memulai membaik. Perbaikan ini disebabkan : mulai tahun 1952, anak perempuan diterima menjadi murid. Penerimaan murid perempuan ini adalah atas inisiatif dan keberanian
Dari tahun 1963 sampai sekarang SMP SDI mulai stabil. Guru telah banyak, murid telah banyak dan keuangan telah membaik.Pada tahun 1963 didirikannya “Yayasan Sekolah Dagang Islam”. Pada tahun 1972 di
Atas jasa Sdr. Musahar Malintang (orang Silungkang) maka H. Bustamam (pemilik Rumah Makan SEDERHANA) mengurungkan niatnya untuk pulang ke Lintau, kampung halamannya. Sdr. Musahar M. menyarankan untuk memulai mendirikan rumah